
Cirebon, Jawa Barat.
Peristiwa ini bermula ketika korban dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit pada akhir Desember 2024 karena menderita penyakit tuberkulosis (TBC).
Ia kemudian dimasukkan ke ruang isolasi untuk menjalani perawatan sejak 20 hingga 26 Desember 2024.
Selama periode perawatan tersebut, korban diduga mengalami tiga kali pelecehan seksual yang dilakukan pada siang dan malam hari oleh seorang oknum perawat.
Polisi: Penyidikan Masih Berlangsung
Dilansir dari TribunCirebon.com, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, membenarkan adanya laporan kasus tersebut dan menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan secara mendalam.
“Ya benar, kami saat ini tengah mengusut kasus dugaan pelecehan terhadap seorang anak berusia 16 tahun yang terjadi di salah satu rumah sakit di wilayah Cirebon, dengan terlapor dalam kasus ini adalah oknum perawat berinisial DS (31),” ujar Eko di Mapolres Cirebon Kota, Sabtu (10/5/2025).
Ia menjelaskan, laporan diterima pada 5 Mei 2025 dari ibu korban. Dugaan pelecehan pertama kali terjadi pada 21 Desember 2024 saat korban dirawat di ruang isolasi.
“Korban dirawat di ruang isolasi pada 20 sampai 26 Desember 2024. Selama periode itu, korban diduga mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum perawat yang kini menjadi terlapor,” ucapnya.

Empat Saksi Telah Diperiksa
AKBP Eko Iskandar menyampaikan bahwa sejauh ini sudah empat orang saksi diperiksa oleh penyidik. Mereka terdiri dari pihak rumah sakit, keluarga korban, dan rekan kerja terlapor.
“Proses pemeriksaan terus berlanjut, dan kami berusaha mengumpulkan bukti yang cukup. Kami akan bekerja maksimal dan profesional dalam penanganan kasus ini. Kami tidak akan memberikan ruang toleransi terhadap tindakan yang melanggar hukum, terutama jika melibatkan anak di bawah umur,” ujar dia.
KPAID Cirebon Dampingi Korban dan Libatkan Psikiater
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon turut terlibat dalam pendampingan korban. Ketua KPAID, Fifi Sofiyah, memastikan pihaknya memberikan dukungan hukum dan psikologis.
“Selama dalam proses penyelidikan, KPAID akan terus melakukan pendampingan sampai kasus ini terungkap,” kata Fifi saat dikonfirmasi, Sabtu (10/5/2025).
Karena korban memiliki kebutuhan khusus, pendekatan yang dilakukan pun akan disesuaikan.
“Nanti kami akan siapkan psikiater untuk mendampingi korban, untuk menghilangkan traumatik di kemudian hari. Karena korban ini berkebutuhan khusus, pemulihan akan dilakukan di rumah aman KPAID,” ucapnya.
KPAID Minta Rumah Sakit Tidak Halangi Proses Hukum
Fifi juga mengapresiasi langkah cepat dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota dalam menangani laporan kekerasan seksual tersebut.