
Kashmir kembali menjadi titik panas dalam hubungan antara India dan Pakistan. Pada Sabtu (26/4/2025), Polisi India melaporkan telah menahan 175 orang di seluruh distrik Anantnag, Kashmir yang dikelola India, setelah serangan bersenjata yang menewaskan 26 orang awal pekan ini.
Insiden ini memicu ketegangan baru antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir. Penahanan terhadap 175 orang ini merupakan bagian dari operasi pencarian dan pengepungan besar-besaran di seluruh distrik Anantnag.
Langkah itu diambil setelah serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam 25 tahun terakhir mengguncang wilayah tersebut.
“Operasi pencarian dan pengepungan yang ekstensif telah diluncurkan di seluruh distrik,” kata pejabat kepolisian setempat dikutip dari Antara, Minggu (27/4/2025).
Bagaimana Reaksi India dan Pakistan terhadap Serangan Ini?
India menuding adanya keterlibatan lintas batas dalam serangan tersebut. Sebagai bentuk balasan, India mengambil langkah-langkah drastis, termasuk menangguhkan Perjanjian Perairan Indus yang telah berlaku sejak 1960, mengusir diplomat Pakistan, membatalkan visa warga Pakistan, serta memperketat kontrol terhadap media nasional.
Kementerian Informasi India juga mengeluarkan larangan terhadap siaran langsung operasi militer dan pergerakan pasukan dengan alasan “keamanan nasional”.
Pakistan dengan tegas menolak tuduhan India. Sebagai balasan, Islamabad mengusir diplomat India, menangguhkan penerbitan visa untuk warga India, menutup wilayah udaranya, serta menghentikan semua bentuk perdagangan, termasuk yang melalui negara ketiga.
Selain itu, Pakistan juga menangguhkan Perjanjian Simla 1972, yang selama ini menjadi kerangka kerja utama untuk mengelola sengketa bilateral antara kedua negara.
Pakistan memperingatkan bahwa setiap upaya India untuk mengubah atau memblokir aliran air berdasarkan Perjanjian Perairan Indus akan dianggap sebagai “tindakan perang”.
Bentrokan di garis perbatasan juga terjadi. Tentara India melaporkan terjadinya penembakan dari beberapa pos militer Pakistan di sepanjang Line of Control (LoC) dari Jumat (25/4/2025) malam hingga Sabtu (26/4/2025) pagi.
“Tentara India menanggapi dengan tepat dengan senjata ringan,” bunyi pernyataan resmi tentara India. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, pihak Pakistan belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai insiden terbaru tersebut.
Namun, kedua negara sebelumnya telah mengakui terjadinya baku tembak pada malam sebelumnya.
Apa Kata Komunitas Internasional?
Meningkatnya ketegangan ini menarik perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan kedua negara untuk menunjukkan “pengekangan maksimal” guna menghindari eskalasi lebih lanjut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi ketegangan ini dengan nada meremehkan.